Hamba yang Lelah

Hamba yang Lelah

Doa 1

Kerling malam dulu.
Menutup ceria yang memantul pada pupil-pupil hati.
Sebab aku semakin dalam berpagut.
Dalam desah basah ceremoni dosa.
Berkamuflase dalam doa dan sejadah.

Dan kini…
Sayap-sayap malaikat mungkin sudah lelah.
menjinjing doaku pada mu Rabb…
Namun dalam air mata ini aku berharap.
Nadi ini, hati ini, darah ini dapat berbasuh.
menyingkap dalamnya kasihMu.
dalam tetes wudhu dan kemesraan dalam sajadah malam

Doa 2

meski jauh namun aku tetap mengejar…
matahari, sejadah, langit.
walau mungkin malam bergelayut mesra.
namun jemari ini masih tetap menggapai merayap…

ya rabb…
kembalikan aku pada cahayaMu.
sehingga aku dapat menatap kerangka-kerangka langit.
menyaksikan gerombolan doaku.
menutup malam yang mungkin terus menjalar.
dalam kotornya lidah, tangan, dan munafiq ku padaMU

Penebar Islam Liberal = Domba Kaum Zionis

Katagori : Murtadin & Jahiliyah
Oleh : Redaksi 06 Sep 2005 – 1:30 am

image“Peran yang dimainkan oleh orang-orang liberal, para pemimpi utopis itu, pada akhirnya akan dimainkan ketika pemerintah kita mereka akui. Sampai saat itu, mereka akan tetap melayani kita dengan baik. Oleh karena itu, kita akan terus mengarahkan pemikiran-pemikiran mereka kepada segala macam konsepsi dengan teori-teori fantastis, baru, dan nampak progresif: yang akan sia-sia, karena kita tidak akan mengisi kepala-kepala kosong para goyim (istilah Ibrani bagi orang non-Yahudi atau gentile menurut istilah Latin) itu dengan kemajuan ataupun dengan keberhasilan yang sempuma; hingga tidak satu pun dari otak para goyim itu yang mampu memahami, bahwa di dalam kata liberal ini tersembunyi pengertian tentang keberangkatan untuk meninggalkan segala aspek kebenaran, karena hal itu bukanlah masalah tentang penemuan-penemuan materi, dan karena kebenaran itu hanya satu, yang di dalamnya sudah tidak ada lagi tempat bagi kemajuan (progress). Kemajuan itu bagaikan sebuah gagasan yang keliru, bekerja untuk menutupi kebenaran, sehingga tak seorang pun dapat mengetahui tentang kebenaran itu, kecuali kita, Manusia Pilihan Tuhan, yaitu wali-wali-Nya.” (Kutipan Protokol Ke-13 dari Protocols of the Learned Elders of Zion).

Pencipta Isme-Isme

Bila Anda pernah membaca Protocols of the Learned Elders of Zion (Protokol Panatua Panutan Kaum Zionis), yang lazim juga disebut Protocols of Zion, maka dengan gamblang kita akan memahami bahwa para Panatua Panutan Zionis di abad ke-18 –yang mereka sebut Abad Pencerahan (Enlightment Era), yang hampir secara bersamaan lahir gagasan-gagasan tentang nasionalisme sebagai antithesis terhadap feodalisme dan sosialisme sebagai antithesis terhadap kapitalisme serta sekularisme sebagai antithesis theokratisme– adalah pencipta isme-isme dunia yang saling bertentangan itu. Jadi, semua isme dunia yang pernah kita kenal –yang sebagian di antaranya sempat dianut oleh berbagai golongan atau partai politik di Indonesia– pada hakikatnya lahir dari Satu Ibu Kandung yang sama.

Lalu, mengapa mereka harus menciptakan dan mempromosikan isme-isme yang saling bertabrakan itu?

Untuk mencoba mengerti hal itu, kita harus mampu memahami sistem, struktur, dan budaya yang mereka anut. Sistem yang mereka anut disebut Fertile Crescent System, struktur yang mereka gunakan disebut The Golden Triangle Structure dan budaya yang mereka pakai adalah Conflict Culture. Artinya, konflik merupakan budaya yang terkandung di dalam sistem dan struktur yang mereka anut dan gunakan. Tanpa konflik, struktur yang mereka gunakan akan runtuh dan secara serta-merta sistem yang mereka anut pun akan hancur (catastrophic level). Oleh karena selama puluhan abad sistem peradaban yang kita anut mengacu pada Fertile Crescent System – yang konon didisains oleh Raja Babylonia, Nimrod atau Namrud, 4 millennium yang lalu– maka dengan sendirinya dunia kita selama puluhan pula tak pernah damai, alias selalu terjerumus dari satu peperangan ke peperangan yang lain. Di Eropa, Fertile Crescent System dikenal dengan Labyrinth/Knossos dan di China disebut San Kuo.

Kebenaran Mutlak

Kalau kita berbicara tentang kebenaran, maka tentu saja hanya ada satu kebenaran, yaitu Kebenaran dengan K besar (uppercase) yang artinya Kebenaran Mutlak. Tentu saja Kebenaran dengan K besar hanya milik Yang Satu pula, yaitu Sang Maha Pencipta.

Sebaliknya, bila kita berbicara tentang ‘kebenaran’ dengan ‘k’ kecil (lowercase), kita akan menemukan banyak ‘kebenaran’. Nah, di sinilah para pemikir, penabur, penganjur, dan penganut Islam Liberal bermain. Bermain-main dengan ‘kebenaran’ (‘k’ kecil), tetapi mencoba menghujat Kebenaran (K besar). Tentu saja hal itu bukan maqom-nya. Artinya tidak sepadan.

Kalau ada cendekiawan yang melayani perdebatan dengan penganut Islam Liberal, sama dengan mereka bermain gaple, permainan akal-akalan.

Bagaimana tidak? Seorang pemain gaple yang pada gebrakan awal mengeluarkan kartu balak empat, berharap lawan-lawannya berfikir bahwa dialah memegang banyak kartu gacoan empat. Ketika lawan-lawannya menutup kedua pintu empat itu, ia senang sekali, karena pada kenyataannya kartu gacoan empatnya cuma satu itu. Tentu saja yang ‘main’ adalah kartu lain yang bukan gacoan empat. Lawan-lawannya kecele, karena kartu empat yang ada di tangan mereka justeru tak pernah bisa keluar lagi, karena tak diberi kesempatan untuk muncul.

Begitu pula dengan para penganut Islam Liberal, mereka menafikan hukum wajib menutup aurat dengan pernyataan bahwa pakaian yang tertutup merupakan budaya Bangsa Arab. Jadi, hukum menutup aurat bukan Kebenaran, sehingga perintah tersebut boleh-boleh saja tidak diikuti. Apalagi sekarang ini, wanita-wanita telanjang atau setengah telanjang atau mempertontonkan pusarnya bertebaran di mana-mana. Dan, hal itu telah ‘diterima’ zaman, karena tidak ada yang protes dan banyak pula diikuti oleh kaum wanita dari perkotaan hingga ke perdesaan. Konsekuensinya, agar Islam dan al-Qur’an tetap eksis, maka Islam dan al-Qur’an harus mengintil-ngintil di belakang zaman. Inilah pemahaman mengenai ‘kebenaran’ penganut Islam Liberal, yang sesungguhnya bukanlah Kebenaran.

Bagi mereka yang cukup mengerti tentang hukum-hukum Islam, tentu saja akan mampu membaca ‘permainan gaple’ tersebut. Para penganut Islam Liberal menafikan Kebenaran Mutlak. Kata mereka, “Tidak ada itu Kebenaran Mutlak, yang ada adalah kebenaran relatif.”

Tetapi, entah karena licik atau idiot, mereka memberikan postulat bahwa zaman ini pasti menuju kepada Kebenaran Mutlak, karenanya Islam maupun al-Qur’an harus ‘mengikuti’ (mengintil-ngintil) zaman. Terbuktilah bahwa perdebatan tentang ini hanya ‘akal-akalan’.

Sama persis dengan ‘akal-akalan’-nya para Panatua Panutan Kaum Zionis, yang menciptakan ide liberal sebagaimana yang dikutip dari Protocols of Zion di awal tulisan ini. Mereka mengatakan, bahwa untuk mencapai Kebenaran Mutlak harus melalui proses liberalisasi. Padahal mereka mengetahui dengan pasti, bahwa di dalam kata liberal itu terkandung pengertian tentang keberangkatan untuk meninggalkan Kebenaran yang Satu.

Kemudian, mari kita tengok postulat mereka yang lain, yakni Ummat Islam dilarang memandang dirinya sebagai masyarakat yang terpisah dari golongan yang lain. Kata ‘terpisah’ dalam hal ini dibuat tidak jelas. Para penganjur Islam Liberal menganggap wanita muslim yang mengenakan pakaian tertutup (menutup aurat) sebagai ‘memisahkan diri’ dari golongan yang lain, sementara yang mempertontonkan paha, pusar, dan sebagian payudaranya, tidak dianggap ‘memisahkan diri’ dari golongan yang lain; dan bahkan golongan kedua ini tidak dipermasalahkan, kalau tidak bisa dikatakan ‘didukung’.

PIRAMIDA ILLUMINATI YAHUDI BERATINGKAT 13
Pyramida illuminati bertingkat 13 ini sama dengan gambar pyramida pada salah satu sisi Lambang Negara Amerika Serikat ( The Great Seal ). Humanisme merupakan dasar bagi ajaran Illuminati-Yahudi, sedangkan puncaknya adalah Rotschile Tribunal (Dinasti Bankir Yahudi asal Inggris) yang kini “malang-melintang pula didunia Industri – Asuransi – konsultan keuangan dan perbankan di Indonesia

Sebagai konsekuensi tidak memisahkan diri dari golongan yang lain, Ummat Islam harus menjadi bagian dari keluarga universal yang berlandaskan humanisme, demikian pandangan para penganut Islam Liberal. Humanisme adalah landasan ideal kaum Yahudi-Illuminati (periksa Piramida Illuminati Bertingkat 13), sama dengan al-Qur’an yang merupakan landasan ideal bagi Ummat Islam dari dulu hingga sekarang dan nanti. Jadi, Ummat Islam diminta meninggalkan al-Qur’an dan menggantinya dengan humanisme, agar bisa menjadi anggota keluarga universal. Dengan demikian, secara induktif dapat disimpulkan, bahwa Islam Liberal sama dengan Yahudi-Illuminati. Setidak-tidaknya, penganut Islam Liberal adalah para goyim yang digembalakan oleh Kaum Yahudi-Illuminati, atau Domba-domba Kaum Zionis. Betul, nggak ?

Sumber: Indonesia NEWSNET, Juni 2005

BACA DISINI HUBUNGANNYA ALL SEEING EYE DENGAN VATICAN – AMERICA – BUSH DLL
SEEING IS BELIEVING

Sumber: swaramuslim.com

Adakah yang tahu dimana MELKISEDEK ?

Satu lagi misteri yang mungkin tak bisa dipecahkan dalam dunia Kristen. Misteri itu adalah Melkisedek. Siapa melkisedek ? Perhatikan Kitrab perjanjian baru berikut ini :

7:1 Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia.
7:2 Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.
7:3 Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.

Jika memang ayat di atas benar, tentunya Yesus, Daud, Sulaiman, Yohanes Pembaptis atau yang lainnya tidak lebih tinggi dan hebat dari Melkisedek. Makhluk ini abadi, sementara yang lain termasuk Yesus pun mati (meski Yesus mati hanya dalam waktu 3 hari).

Pertanyaannya, mengapa umat kristen tidak berimam pada melkisedek yang lebih hebat dari yesus. sosok yang tidak pernah bisa disentuh maut.

Saya hanya ingin teman-teman kristen mencoba mencari jejak dan menemukan sosok misterius ini. Jika memang melkisedek ada dan terbukti, saya berjajnji akan dibaptis dan berusaha membaptis seluruh manusia di muka bumi ini.

Yesus Keturunan Anak Haram

Aneh bin ajaib bagi teman-teman kristen kita. Mereka mati-matian mempertahankan aqidah dengan bertuhan pada trinitas. Padahal salah satu dari oknum trinitas yaitu Yesus adalah keturunan ANAK HARAM. Bagaimana mungkin Tuhan dijelmakan ke manusia melalui seorang yang mengalir darah haram di dalamnya.

Kalau anda rajin membuka Al-Kitab, coba Anda lihat pada silsilah Yesus. Di situ ada nama Pherez (Mohon maaf jika ada salah ejaan nama). Perez adalah anak kembar haram hasil perselingkuhan Yehuda (Nenek Moyang Yahudi) dengan Tamar menantunya. Lihat di perjanjian Lama Kejadian 38:16-17

Celakannya Nabi Daud masuk dalam silsilah itu.

Nah bagi teman yang ingin membersihkan Yesus dari tuduhan Al-Kitab sebagaimana tersebut di atas, mohon data-data silsilah lengkap Yesus dari sumber yang dapat dipercaya. Namun jangan pernah Anda mencarinya di Al-Quran maupun Hadits. Sampai kiamatpun Anda tidak akan temui karena memang Yesus tidak berbapak. Ia adalah Ruhul Qudus. Ruh yang ditiupkan langsung oleh Allah melalui malaikat ke dalam rahim Perawan Maryam.

Adakah keterkaitan Ir. Soekarno dengan Yahudi ?

Membicarakan Indonesia, tidak akan lepas dari Ir. Soekarno. Sosok yang satu ini terkenal fenomenal dalam panggung sejarang Indonesia. Perannya yang cukup significan dalam percaturan politik Indonesia pra merdeka hingga pasca merdeka mengantarkan Bung Karno menjadi tokoh paling bersejarah.

Namun ada beberapa hal yang perlu saya soroti dari sepak terjangnya.

1. Monas (monumen Nasional)

Jika diperhatikan dengan seksama, monas sangat mirip dengan OBELISK. Obelisk merupakan simbol pemujaan agama pagan di mesir. Obelisk juga digunakan Yahudi Kaballah sebagai simbol. Perhatikan kesamaan Monas dengan Obelisk yang ada di Central Park Amerika Serikat. Obelisk ini dibangun juga oleh orang Yahudi. Saya tidak tahu pasti keterkaitan monas dengan obelisk. Apakah soekarno hanya latah atau memang disengaja untuk mensimbolkan bahwa jakarta atau indonesia punya hubungan khusus dengan yahudi melalui soekarno.

2. Nasakom (Nasional Agama Komunis)

Mengapa konsep ini lahir? Bukankah kita tahu bahwa komunis merupakan produk Yahudi yang bertujuan menghancurkan Agama. Mengapa pula bung karno ingin menggabungkan Agama dengan Komunis. Dua hal yang mungkin sulit untuk bersatu melihat dari orientasi dan visi masing-masing. Apakah dengan Nasakom bung Karno ingin mencipkan politik sinkretis model baru sehingga islam akan kelaur sebagai agama samar-samar.

3. Pancasila

Salah satu pencetusnya adalah Bung Karno. Dalam tubuh pancasila sarat sekali dengan nilai-nilai liberal. Meskipun sebelumnya tokoh islam sudah mengkonsep pancasila namun mentah di tangan bung karno dan kawan-kawan. lihat pula lambang pancasila yang dipakai. Dikatakan mirip dengan lambang amerika tidak juga. Namun secara konsep tidak jauh beda. Ini adalah lambang dewa horus yang dipakai oleh penyembah pagan yunani dan mesir kuno. Lambang ini banyak dipakai oleh yahudi freemason yang berafiliasi dengan kabllah.

Tulisan ini bukanlah untuk memojokan beliau melainkan untuk mencari kebenaran dari 3 hal di atas. Jika memang bung karno ada keterkaitan atau sekurang-kurangnya meniru yahudi, maka hendaklah kita meluruskannya. Namun jika tidak, tolong teman-teman bantu untuk mencari hujjahnya.